Kegiatan Benchmarking Penjaminan Mutu Institut STIAMI ke Universitas Pendidikan Indonesia (UPI)

Pada hari Selasa, 18 November 2025, Institut Ilmu Sosial dan Manajemen STIAMI melalui Satuan Penjaminan Mutu (SPM) melaksanakan kegiatan benchmarking ke Universitas Pendidikan Indonesia. Kegiatan ini merupakan bagian dari langkah strategis dalam memperkuat sistem penjaminan mutu internal serta mendalami praktik terbaik menuju akreditasi unggul dan internasional di lingkungan Institut STIAMI.

Kegiatan dilaksanakan di Ruang Rapat Utara Gedung University Center UPI Lantai 3, mulai pukul 13.00 hingga 15.00 WIB. Delegasi dari Institut STIAMI terdiri dari Dr. Bambang Irawan, M.M., M.Si., Rangga Dalu Aji Toana, S.Sos., M.A., Ana Chaerunisyah, S.A.P., M.Si., Dewi Komalasari, S.AB., dan Nurul Hotimah, S.AB. Kunjungan ini disambut oleh jajaran Direktorat Penjaminan Mutu dan Pemeringkatan UPI.

Tujuan utama dari kegiatan benchmarking ini adalah untuk mempelajari secara komprehensif implementasi siklus PPEPP (Penetapan, Pelaksanaan, Evaluasi, Pengendalian, dan Peningkatan) dalam Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI), serta memahami strategi dan tahapan yang ditempuh UPI dalam mencapai akreditasi unggul dan pengakuan internasional. Selain itu, kegiatan ini juga mendukung pemenuhan aspek benchmarking eksternal dalam penyusunan Laporan Evaluasi Diri (LED), khususnya pada kriteria peningkatan mutu berkelanjutan.

Dalam sesi pemaparan, pihak UPI menjelaskan struktur organisasi Direktorat Penjaminan Mutu dan Pemeringkatan yang terdiri atas divisi SPMI, SPME, dan pemeringkatan, yang memungkinkan pelaksanaan penjaminan mutu berjalan secara terstruktur dan efektif. Selain itu, UPI juga memaparkan rancangan Struktur Organisasi dan Tata Kerja (SOTK) 2025 yang dirancang lebih adaptif dalam menghadapi dinamika pendidikan tinggi modern.

Dari sisi capaian, UPI menunjukkan performa yang signifikan dalam berbagai pemeringkatan internasional seperti QS World University Rankings dan QS Asia University Rankings. Keberhasilan ini ditopang oleh sistem penjaminan mutu yang terintegrasi, mencakup tata kelola, kepemimpinan, manajemen keuangan, serta budaya mutu yang berorientasi pada continuous improvement.

Salah satu poin penting yang disampaikan adalah pergeseran paradigma budaya mutu dari externally driven menuju internally driven. UPI menekankan bahwa budaya mutu yang berkelanjutan harus dibangun atas dasar kesadaran dan komitmen internal sivitas akademika, bukan semata-mata karena tuntutan regulasi atau akreditasi.

Dalam hal akreditasi, UPI telah mencapai 72% program studi dengan status Unggul/A secara nasional, serta 61,4% program studi yang telah memperoleh akreditasi internasional dari berbagai lembaga seperti AQAS, ASIIN, FIBAA, dan IABEE. Hal ini menunjukkan konsistensi dan komitmen UPI dalam menjaga kualitas pendidikan sesuai standar global.

Pelaksanaan Audit Mutu Internal (AMI) di UPI juga menjadi salah satu praktik baik yang dibagikan, dengan tingkat partisipasi unit yang tinggi serta dukungan jumlah auditor internal yang memadai. AMI dilaksanakan secara berkala sebagai instrumen utama dalam memastikan ketercapaian standar mutu di seluruh unit kerja.

UPI juga memaparkan roadmap pengembangan institusi menuju world-class reference university pada periode 2036–2040, dengan tahapan yang terstruktur mulai dari tingkat ASEAN hingga Asia Pasifik. Strategi ini menunjukkan pentingnya perencanaan jangka panjang yang terukur dalam pengembangan mutu institusi.

Melalui kegiatan benchmarking ini, Institut STIAMI memperoleh banyak pembelajaran strategis, khususnya dalam penguatan sistem penjaminan mutu, peningkatan akreditasi program studi, serta pengembangan budaya mutu yang berkelanjutan. Hasil benchmarking ini diharapkan dapat diimplementasikan secara bertahap dalam rangka meningkatkan kualitas pendidikan dan tata kelola institusi.

Kegiatan ditutup dengan diskusi interaktif, pertukaran informasi, serta komitmen untuk menjalin kerja sama berkelanjutan antara kedua institusi. Institut STIAMI menyampaikan apresiasi atas sambutan hangat dan keterbukaan informasi yang diberikan oleh UPI.

Demikian laporan hasil kunjungan ini disusun sebagai bentuk dokumentasi kegiatan dan dasar pengembangan kerja sama pada masa mendatang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top